Insting Heroik Perempuan

Posted by alwaysalia | Posted in | Posted on Monday, February 07, 2011

Salah satu kecenderungan aneh perempuan dalam percintaan; ingin jadi pahlawan.

Saya bukan psikolog, jadi nggak tau kenapa. Mungkin perempuan lebih lega kalau tau pasangannya tidak sempurna. Dengan begitu, perempuan akan dengan senang hati membantu mengatasi masalah-masalah pasangannya, merasa memainkan peran penting dalam hidupnya.

Tapi parahnya, beberapa perempuan memang terlalu optimis. Jatuh cinta pada pria yang sedang susah, bermasalah, bahkan bad boy, hanya untuk mengalami “masalah” itu berbalik menyerang dan menyakiti mereka. Seperti kata Alex di Up in The Air: “We all fall for the prick. Pricks are spontaneous, they're unpredictable and they're fun. And then we're surprised when they turn out to be pricks.” 

Memang pada awalnya seru, membantu dan mendukung seseorang yang dicintai, melihatnya bangkit menjadi lebih baik. Tapi pada suatu waktu, pria-pria bermasalah ini kembali menunjukkan aslinya dan ngelakuin tindakan-tindakan bodoh yang nyakitin. Contohnya?

Seorang perempuan yang mandiri dan selalu suka tantangan. Maka gak heran, lelakinya seseorang yang sulit: antisosial dan tidak tahu memilih kata-kata dan tindakan yang tepat dalam basa-basi pergaulan. Things were fun. Teman-teman menganggap hanya si perempuanlah yang bisa menangani si lelaki ini. Sampai suatu saat si lelaki memperlihatkan sifat aslinya; tidak bisa memilih tindakan yang pantas untuk memperlakukan si perempuan. Di depan umum. The woman had enough. She left.

Atau seorang gadis manis pintar yang menemukan seorang pria dalam masa terburuk hidupnya; baru berpisah dengan perempuan bergaya hidup mewah yang menguras uangnya. Si gadis membantunya dengan semangat, bahkan materi, dalam keadaan bangkrut dan gak ada kerjaan sampai si pria bisa hidup mandiri dan mapan. Hanya untuk kemudian si pria mengkhianatinya dengan gadis lain yang membutuhkan kemapanannya, bersenang-senang dengan materi yang didapatnya dengan bantuan si gadis pintar.

Seorang perempuan manis dan pintar jatuh cinta pada lelaki yang selalu tidak percaya diri. Selalu dikelilingi teman-teman yang lebih gaul, pandai, berhasil, dan lebih segalanya darinya, ia hanya bisa meningkatkan kepercayaan dirinya dengan meniru hobi, karakter, selera, dan gaya yang dianggapnya unik dari teman-teman panutannya itu, dan membangun identitasnya sendiri dari kumpulan tiruan itu supaya terlihat unik. Si perempuan berharap kehadirannya membuat si pria menjadi pede dan berhenti membentuk identitas-identitas palsu itu. That she loves him for his good characters, not for all those fake identities. Tapi si lelaki terus membangun identitas unik dan akhirnya meninggalkannya untuk gadis lain yang menyukainya karena identitas tiruan itu.

Seorang perempuan periang dan dewasa yang menemukan si lelaki selalu depresi karena selalu merasa menopang beban berat hidup. Padahal hidupnya tidak begitu buruk. Ia tidak bisa bersukur menikmati hidupnya. Si perempuan mencintai dan membantunya sepenuh hati melewati masa-masa sulit. She makes him laugh a lot. Dasar si lelaki selalu membebani hidupnya, ia merusak sendiri hubungan manis itu dengan selingkuh. Mungkin baginya yang selalu depresi, hidup aman dan bahagia dengan perempuan sebaik ini tidak cocok untuknya yang selalu menanggung beban hidup. Merasa kebahagiaan bukanlah untuknya, sehingga maunya depresi terus. Sayangnya hal ini justru mengorbankan perasaan perempuan yang katanya disayang dan dicintainya.

Lalu, apa salahnya perempuan-perempuan ini ingin jadi pahlawan? Toh dalam beberapa kasus, perempuan memang jadi penyelamat hidup pasangannya, hingga si lelaki gak bisa hidup tanpanya (tsaaahhh). Mungkin jawaban klisenya, keberhasilan mengatasi masalah juga tergantung dari usaha si lelaki, nggak mungkin dari pasangannya aja. Walaupun terdengar menghibur diri, tetapi kita memang patut bilang sama para perempuan ini; “you’ve done the best and there’s nothing else you can do”.

Comments (5)

Ini hasil riset ya....contohnya lengkap sekali :D Btw, risetnya pake metode apa? Hihihihihihi

hahahah niat bgt risetnya yak. itulah, pake metode yg itu tuuhhh :p

Metode curhat ya :p

Metode kekeluargaan :D

Sepertinya kenal dengan si gadis pintar hehehe

metode apapun deh :D

icka: ups, ketahuan deh. jangan bilang2 sama si gadis pintar ya :p

Post a Comment